MAKANYA NYATAIN DARI DULU (nyesek)


                                      
Lucu ketika saya mendengar seorang anak remaja pria yang sedang ingin
menyatakan cintanya kepada seorang anak remaja wanita di sebuah café salah
satu mall di Jakarta.
Remaja Pria:
“Hmm… Kita kan uda kenal lama dan berteman juga cukup lama sejak SD sampai
sekarang…”
Remaja Wanita:
“Iya yaaaa… Terus… (sambil minum dan melirik kiri kanan)”
Remaja Pria:
“Iya, karena uda lama dan aku… Eh ga apa-apa kan gue manggilnya kamu aku?”
Remaja Wanita:
“Hahahaha… Tumben… Dulu waktu SD juga kita manggilnya aku kamu, jadi santai
ajalah”
Remaja Pria:
“(sambil tersenyum) iya.. iya.. inget banget… (kemudian minum)”
Remaja Wanita:
“Jadi?. Tadi di telepon, katanya mau curhat…? Masalah apa?”
Remaja Pria:
“Oh itu… Hmm.. Gimana ya…”
Remaja Wanita:
“Cerita aja… Parah loe, kita uda temenan dari lama, masa masih ga percaya?”
Remaja Pria:
“Bukan gitu sih, ini masalahnya….”
Remaja Wanita:
“Loe lagi suka sama cewe ya?!!! Hahahahaha”
Remaja Pria:
“Lho kok loe tau?… Hmm… Iya sih tapi gue malu untuk nyatain dan gue takut kalau
nantinya ga diterima dan pertemanan gue sama dia akan renggang”
Remaja Wanita:
“Pertemanan?. Dia sekelas sama kita?. Siapa? (serius denger)”
Remaja Pria:
“Doh.. Gimana ya… Pokoknya gue malu, soalnya gue sama dia uda temenan lama
banget dan bahkan gue juga ga tau kapan tepatnya, gue bisa bener-bener suka
sama dia”
Remaja Wanita:
“(masih mendengarkan sambil minum)”
Remaja Pria:
“Tapi gue sadar satu hal, gue ini ga cakep dan badan gue juga gendut. Jadi, mana
ada cewe yang mau sama gue. Apalagi kacamata tebal begini”
Remaja Wanita:
“Kata siapa?. Loe itu pinter, asik di ajak ngobrol, dan baik banget orangnya. Gue
yang uda berteman sama loe dari SD aja, masih tetep berteman sama loe. Kenapa?.
Loe itu bisa buat seseorang nyaman berada di dekat loe, khususnya nih… Gue
sebagai cewe deh, selama gue berteman sama loe, gue itu nyaman banget dan gue
bisa terbuka apa aja tentang keluarga gue, secara loe juga kenal sama nyokap
bokap gue, tentang sahabat-sahabat gue dan lainnya… Dan itu artinya loe punya
kelebihan yang dimana belum tentu ada di cowo lain”
Remaja Pria:
“Ya.. tapi kan beda. Ini masalah hati dan belum tentu cewe itu juga punya feel
yang sama”
Remaja Wanita:
“Nih ya, gue ini cewe. Jadi, cewe itu lebih suka sama cowo yang punya
kepercayaan diri. Loe ga cakep, ga masalah buat cewe selama cowo itu punya
kepercayaan diri berarti punya kelebihan pribadi… Gituuu.. Jangan heran kalau cewe
lagi jalan sama cowonya yang super ganteng, tapi kalau ada cowo yang standard
alias ga cakep amat tapi jalan dengan percaya diri, cewe itu pasti akan ngelirik
walaupun dia tahu kalau lagi jalan sama cowonya”.
Remaja Pria:
“Oh gitu… Berarti gue harus percaya diri untuk nyatain cinta gue ke cewe ini?. Tapi
kalau di tolak, berarti gue ngehancurin pertemanan gue dengan dia dan pasti jadi
renggang”
Remaja Wanita:
“Ya ga gitu lah… Loe harus paham cewe dulu… Buat cewe, selama cowo itu beneran
pengen berteman tanpa ada unsur PDKT lagi, maka akan OK aja dan itu ga masalah
buat cewe dan gue sebagai cewe juga ga akan risih kalau ada cowo seperti itu”
Remaja Pria:
“Oh gitu… (sambil taruh minuman) Thanks ya masukannya…”
Remaja Wanita:
“Yoiiii… Btw cewe itu sekelas? Gue penasaran nih”
Remaja Pria:
“(tersenyum)”
Remaja Wanita:
“Loe jangan senyum doank, kasih tahu donk… Atau jangan-jangan loe naksir sama
gue ya… Hahahahahahaha canda yaaa.. hahahaha”
Remaja Pria:
“Eh kok gue ga pernah liat jam yang ditangan loe itu? Coba sini, gue mau liat
(narik tangan remaja wanita)”
Remaja Wanita:
“Uda lama, masa loe ga perhatiin sih?. Uda berkali-kali gue pake jam ini”
Faktanya, cewe itu cerdas dan polos. Lanjut ya,
Remaja Pria:
“Iya, ya masa uda lama? (sambil liat jam dan megang di telapak tangan)…”
Remaja Wanita:
“Iya uda lama tau…”
Remaja Pria:
“Gue kali yang ga perhatiin, (natap serius ke remaja wanita) karena biasanya gue
pasti perhatiin setiap detail dari kamu… (sambil tetap megang tangan remaja wanita)
sejak dari SD sampai sekarang, semua hal tentang kamu selalu aku perhatiin”
Remaja Wanita:
“(mendengarkan serius) kok tiba-tiba serius gitu? Aku kamu lagi…”
Remaja Pria:
“Thanks ya, aku akuin aku bukan cowo yang cakep dan juga aku ini gendut. Tapi
aku senang memiliki teman cewe kayak kamu yang cantik dan banyak menjadi
perhatian cowo-cowo yang aku akuin cakep-cakep dan proposional bahkan mungkin
tajir… Tapi ada satu hal yang ingin aku bilang ke kamu dan kamu harus tau satu
hal ini.. (masih sambil natap dengan serius)”
Remaja Wanita:
“Apa itu?”
Remaja Pria:
“Inget ga bunga pertama yang aku kasih waktu masuk SMP kelas 1, yang aku bilang
sebagai ucapan selamat kenaikan kelas?”
Remaja Wanita:
“Iya inget, itu gue seneng banget lho… Soalnya first time gue dapet bunga dari
seorang cowo..”
Remaja Pria:
“Oh ya, bagus deh… Dan aku pengen bilang, saat aku ngasih bunga itu ke kamu,
saat itu juga sebenarnya aku pengen bilang kalau aku itu sayang banget sama
kamu dan bahkan aku tahan dulu sampai aku pikir kita cukup dewasa untuk
permasalahan ini. Dan sekarang kita uda SMA kelas 3 yang dimana sebentar lagi
kita akan kuliah… Aku berusaha untuk selalu ada buat kamu disaat kamu sedih
maupun senang dan aku berusaha selalu ada waktu buat kamu disaat kamu
membutuhkan seseorang untuk dijadikan tempat curhat.. Ya, mungkin hanya
sebatas itu yang bisa aku lakukan dan sekarang dengan resiko pertemanan kita
yang mungkin akan renggang, tapi aku tulus pengen bilang kalau aku itu bukan
lagi sekedar sayang sama kamu tapi aku cinta sama kamu (tersenyum)”
Remaja Wanita:
“(langsung menarik tangannya) Jadi, loe suka sama gue? Beneran? Bercanda kan?”
Remaja Pria:
“Konyolkan?. Tapi please liat aku, apakah bohong atau beneran?”
Remaja Wanita:
“(diam sambil mikir, soalnya keliatan dari wajahnya lagi mikir)”
Remaja Pria:
“Ya, aku tau… Resikonya adalah mungkin pertemanan kita akan renggang. Aku Cuma
nyatakan apa yang ada di hati aku selama ini dan itu uda cukup buat aku lega
dengan melepaskan apa yang tertahan selama ini. Ga ada harapan apapun dari
kamu, diterima cinta ku maka aku berterima kasih, kalau ga diterima, aku berharap
ga ada yang berubah dari pertemanan kita”
Remaja Wanita:
“(masih terdiam, mikir dan sambil minum)”
Remaja Pria:
“Jadi gimana?. Kita tetap berteman atau lanjut ke hubungan selanjutnya?”
Remaja Wanita:
“Gue bingung… Di satu sisi, gue uda nyaman dengan pertemanan kita, tapi di sisi
lain dengan loe bilang suka sama gue, itu ngebuat gue bingung”
Remaja Pria:
“Bingung kenapa?”
Remaja Wanita:
“Gue bingung… Gue hargai perasaan loe ke gue dan gue juga sayang sama loe
bahkan ini adalah moment yang gue tunggu-tunggu untuk loe bisa bener-bener
nyatain perasaan loe ke gue. Tapi maaf banget, gue beneran bingung. Karena
setelah lulus nanti, gue kuliah ke ausi (australia) dan kenapa ga dari awal loe
bilang ini ke gue?. Gue uda kasih kode ke loe tentang gue nyamanlah sama loe,
gue selalu mengiyakan setiap kali loe ngajak gue jalan, dan loe masih ga sadar
itu?”
Remaja Pria:
“Karena awalnya aku ga percaya diri dengan kondisi tubuh aku yang seperti kamu
liat, aku biasa aja dan sedangkan cowo-cowo yang deketin kamu itu bisa dibilang
keren-keren… Jadi gimana? Kita tetap berteman atau lanjut ke hubungan
selanjutnya?”
Remaja Wanita:
“Sorry, bukan gue ga suka sama loe, tapi perasaan suka gue uda berubah jadi
sayang sebagai teman. Gue nunggu moment ini terlalu lama yang akhirnya gue
memutuskan untuk menjadikan loe salah satu sahabat terbaik gue yang dimana gue
nyaman sama loe sebagai sahabat yang gue bisa cerita apapun ke loe. Bukan
karena loe gendut dan biasa aja, tapi karena perasaan gue ke loe uda berubah
menjadi perasaan sayang sebagai sahabat atau ini mungkin sebagai sodara gue”
Kisah diatas adalah kisah nyata yang dimana kurang lebih berdasarkan ingatan
saya, perbincangan antara si remaja pria dan remaja wanita seperti itu.
Terkadang kita, khususnya pria, suka ragu dengan perasaan kita karena kurang
percaya diri. Apalagi wanita yang kita sayangi adalah salah satu wanita yang
banyak pria ingin memilikinya.
Ketika saya mendengarkan perbincangan kedua remaja itu, saya teringat dengan
hubungan saya yang berjalan 12 tahun ini dimana berawal dari saya menahan
perasaan saya kurang lebih 3 tahun (SMA 1 – SMA3) dan baru saya nyatain
perasaan saya di SMA 3 akhir.
Saat dalam kondisi sebagai sahabat, saya tetap berusaha selalu ada buat dia,
bahkan saya pernah kerumahnya jam 2 pagi hanya karena dia telp sambil nangis-
nangis karena permasalahan dalam persahabatannya dia.
Guys, mungkin Anda saat ini ga sengaja membaca artikel saya tentang
“Menyimpan Perasaan Itu, Menyakitkan! Atau Menyesal! ” yang mungkin Anda juga
mengalami hal ini.
Saya hanya ingin menyampaikan satu pesan yang pernah saya alami sendiri, yaitu
ketika kita mencintai seseorang, katakan langsung kepadanya. Karena menahan
sebuah perasaan itu menyakitkan.
Sekalipun cewe/cowo itu uda punya pasangan, katakan saja secara personal,
atau lebih bagus lagi kalau berani, katakan di depan pasangannya juga. Dan
harus tahu bahwa mencintai belum tentu harus memiliki. Setidaknya, Anda telah
melepaskan perasaan yang menganjal.
Saya memiliki seorang sahabat yang dimana dengan kasus yang sama yaitu
menahan perasaan, ketika sahabat saya ini ingin menyatakan perasaannya,
wanita pujaannya sudah menikah dengan orang lain.
Menahan perasaan sayang atau cinta, itu menyakitkan dan bisa membuat kita
menyesal karena menahan perasaan yang ada.
Jadi, jika Anda benar-benar menyayangi bahkan terlanjur mencintai seseorang,
katakan saja dengan tulus dan ingat, jangan terlalu berharap karena mencintai
belum tentu harus memiliki.

Popular posts from this blog

BAGI LOE YANG MAU JADI PENERBANG

episode 9 untuk 3bulan

setelah lulus sekolah!